Sucker Punch
such a honour to make this movie as a first post in my new
blog.
Yup, film yang tidak terlalu booming ini menyimpan arti
sendiri buat gue. kenapa? karena dari film fantasy fiction ini gue sadar orang
semacam apa gue. sebelum gue bahas mungkin lebih baik gue sampaikan dulu sinopsis
dari film yang diperankan oleh Emily Browning.
Akibat dari perbuatan ayah tirinya, Baby Doll (Browning)
dituduh telah membunuh adiknya sendiri. Ia pun dibawa ke dalam rumah sakit
jiwa. Di sana ia bertemu dengan empat gadis lainnya. Mereka dididik untuk
menjadi seorang performer oleh seorang ahli psikolog. Keempat temannya yang
lebih dulu tinggal di sana sudha jauh lebih bisa menerima keadaan. Namun Baby
Doll tidak. Ia ingin pergi karena ia tahu ia tidak bersalah dan gila. Ia merencanakan
berbagai cara untuk melarikan diri. Dan untuk mempertahankan dirinya dan
memberikan kekuatan ia pun mempunyai cara menghadapi musuh dengan berimajinasi
bahwa ia tengah berada di berbagai peperangan. Akhirnya keempat temannya mau
membantu. Meskipun satu per satu temannya tewas dalam usaha melarikan diri. Di
akhir hanya Baby Doll dan Sweat Pea yang tersisa. Hingga akhirnya Baby Doll
sadar bahwa cara terakhir agar salah satu mereka bisa lolos adalah dengan
membiarkan Baby Doll terperangkap di dalamnya. Baby Doll digambarkan dapat
bertahan hidup setelahnya karena ia bisa menjaga pikiran dan imajinasi dari
keadaan di sekitarnya, bahkan ia dapat membuat si penjaga yang jahat terlihat
gila.
Intinya bukan bagaimana bisa melarikan diri dari rumah sakit
jiwa. Gue sangat kagum sama ceritanya karena menjelaskan kekuatan imajinasi.
Ya. Akhirnya gue sadar bahwa imajinasi merupakan cara terakhir manusia untuk
bertahan hidup dari ya, terutama masalah pikiran. Dan di sini lah gue sekarang.
Ternyata selama ini gue juga melakukan itu. Ketika banyak pikiran, berimajinasi
jadi cara menyenangkan untuk bertahan agar tetap waras. Meski tidak
menyelesaikan masalah sacara total. Tapi tidak membuat gue jadi gila. Itulah
kenapa gue percaya dengan fairy tale. itu lah kenapa gue selalu bilang “own
world” cause I create my own world. So on this blog, I posted all the words I have
from my own world. Gak semuanya tentang imajinasi gue, tapi semuanya berasal
dari otak gue dan mata gue. Jadi ya, you have to choose to accept it or not, I’m not forcing. like I said, you have to believe something…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar