Minggu, 03 November 2013

movie and i

Sucker Punch

such a honour to make this movie as a first post in my new blog.
Yup, film yang tidak terlalu booming ini menyimpan arti sendiri buat gue. kenapa? karena dari film fantasy fiction ini gue sadar orang semacam apa gue. sebelum gue bahas mungkin lebih baik gue sampaikan dulu sinopsis dari film yang diperankan oleh Emily Browning.
Akibat dari perbuatan ayah tirinya, Baby Doll (Browning) dituduh telah membunuh adiknya sendiri. Ia pun dibawa ke dalam rumah sakit jiwa. Di sana ia bertemu dengan empat gadis lainnya. Mereka dididik untuk menjadi seorang performer oleh seorang ahli psikolog. Keempat temannya yang lebih dulu tinggal di sana sudha jauh lebih bisa menerima keadaan. Namun Baby Doll tidak. Ia ingin pergi karena ia tahu ia tidak bersalah dan gila. Ia merencanakan berbagai cara untuk melarikan diri. Dan untuk mempertahankan dirinya dan memberikan kekuatan ia pun mempunyai cara menghadapi musuh dengan berimajinasi bahwa ia tengah berada di berbagai peperangan. Akhirnya keempat temannya mau membantu. Meskipun satu per satu temannya tewas dalam usaha melarikan diri. Di akhir hanya Baby Doll dan Sweat Pea yang tersisa. Hingga akhirnya Baby Doll sadar bahwa cara terakhir agar salah satu mereka bisa lolos adalah dengan membiarkan Baby Doll terperangkap di dalamnya. Baby Doll digambarkan dapat bertahan hidup setelahnya karena ia bisa menjaga pikiran dan imajinasi dari keadaan di sekitarnya, bahkan ia dapat membuat si penjaga yang jahat terlihat gila.

Intinya bukan bagaimana bisa melarikan diri dari rumah sakit jiwa. Gue sangat kagum sama ceritanya karena menjelaskan kekuatan imajinasi. Ya. Akhirnya gue sadar bahwa imajinasi merupakan cara terakhir manusia untuk bertahan hidup dari ya, terutama masalah pikiran. Dan di sini lah gue sekarang. Ternyata selama ini gue juga melakukan itu. Ketika banyak pikiran, berimajinasi jadi cara menyenangkan untuk bertahan agar tetap waras. Meski tidak menyelesaikan masalah sacara total. Tapi tidak membuat gue jadi gila. Itulah kenapa gue percaya dengan fairy tale. itu lah kenapa gue selalu bilang “own world” cause I create my own world. So on this blog, I posted all the words I have from my own world. Gak semuanya tentang imajinasi gue, tapi semuanya berasal dari otak gue dan mata gue. Jadi ya, you have to choose to accept it or not, I’m not forcing. like I said, you have to believe something…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar